Kerja Lembur Bahayakan Kesehatan Payudara

Pekerja kantoran memiliki risiko terkena kanker payudara hingga tiga kali lipat.

 

Irma Kurniati, Mutia Nugraheni

  (doc. Corbis)

VIVAnews – Setiap aktivitas fisik yang Anda lakukan pasti akan berpengaruh pada kesehatan tubuh. Begitu juga aktivitas pekerjaan Anda.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada wanita Denmark, menunjukkan bahwa aktivitas pekerjaan bisa membuat Anda terkena penyakit kanker payudara.

Baik pekerjaan yang menuntut adanya pembagian jam kerja (shift) dan sering lembur hingga larut malam ataupun kerja kantoran biasa.

Tahun 2008 lalu, Danish National Board of Industrial Injuries, mencatat 75 wanita Denmark yang terkena kanker payudara karena bekerja dalam sistem shift. Bekerja dalam sistem shift akan mengacaukan produksi hormon endokrin pada kaum wanita.

Jika sistem tersebut mengalami kekacauan, akan memicu perkembangan hormon yang bisa menimbulkan sel kanker dan tumor.

Risiko ini juga bisa terjadi pada wanita yang sering melakukan kerja lembur. Jam kerja yang tak teratur mengacaukan sistem metabolisme tubuh.

Penelitian terkait yang pernah dilakukan pada 2001 juga menunjukkan gangguan tidur dapat menghambat produksi hormon melatonin dalam tubuh berfungsi sebagai salah satu pencegah kanker.

Tak hanya pekerja shift atau yang sering lembur saja yang bisa bermasalah pada kesehatan payudaranya. Pekerja kantoran pun memiliki risiko sangat tinggi

Steve Blair dari American College of Sports Medicine mengungkapkan bahwa kerja kantoran yang menuntut pegawai menghabiskan waktunya di depan komputer memiliki risiko terkena kanker payudara hingga tiga kali lipat.

Penelitian yang dilakukannya menunjukkan adanya paparan radiasi dan emisi karbon dari komputer ke area payudara selama bekerja di depan komputer. Gangguan pada kesehatan payudara akan lebih parah terjadi pada pekerja yang sering kontak dengan peralatan atau mesin-mesin berat.

Masalah lain yang menimbulkan gangguan kesehatan para pekerja kantoran adalah terlalu banyak duduk. Terlalu banyak duduk dan kurang bergerak sangat mengganggu sistem sirkulasi darah dan kerja otot.

Hal itu akan memicu sakit pinggang, punggung dan juga osteoporosis. Terlebih jika ditambah kurang minum, bisa timbul gangguan fungsi ginjal dan hati.

• VIVAnews

Posted on 22/10/2011, in Kesehatan Payudara. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: