Kanker Payudara Bunuh Wanita Lebih Banyak Ketimbang Bersalin

Putro Agus Harnowo – detikHealth

Jakarta, Perempuan di negara-negara miskin lebih berisiko meninggal dalam proses persalinan daripada disebabkan kanker. Tapi itu dulu, saat ini pembunuh terbanyak wanita di 60 negara berkembang dan miskin adalah kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks).

Dalam review global pertama mengenai kanker payudara dan kanker leher rahim, peneliti memperkirakan bahwa jumlah kasus baru kanker payudara naik menjadi 1,6 juta kasus dibandingkan tahun 1980 yang sebanyak 641.000 kasus.

Peneliti di Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington menganalisis data kanker dan data lainnya dari 187 negara. Peneliti menggunakan teknik pemodelan untuk menghitung taraf kanker.

Penelitian ini menemukan bahwa pada tahun 1980, sebanyak 65 persen kasus kanker payudara berada di negara-negara maju. Kemudian pada tahun 2010 telah menyusut menjadi kurang dari setengahnya. Sebaliknya beberapa negara miskin mengalami peningkatan kasus kanker payudara lebih dari 7,5 persen per tahun selama periode 30 tahun penelitian.

Risiko kanker leher rahim (serviks) jauh lebih tinggi di negara-negara berkembang daripada di negara maju. Secara keseluruhan, 76 persen dari kasus baru kanker leher rahim ditemui di negara berkembang. Negara-negara seperti Afrika Sub-Sahara memiliki 22 persen dari semua kasus kanker leher rahim di seluruh dunia

Penelitian yang dirilis The Globe and Mail, Senin (19/9/2011) ini menulis bahwa kasus kanker leher rahim naik menjadi sekitar 454.000 pada tahun 2010 dari 378.000 kasus pada tahun 1980. Sebagian besar kasus-kasus tersebut terjadi di negara berkembang. Namun tingkat kematiannya telah menurun setelah diberlakukan skrining secara rutin.

“Wanita di negara berpenghasilan tinggi seperti Amerika Serikat dan Inggris mendapat manfaat dari skrining dini, terapi obat, dan vaksin. Kami melihat bahwa beban penyakit kanker payudara dan kanker leher rahim telah bergeser ke negara-negara berpenghasilan rendah di Afrika dan Asia,” kata peneliti Rafael Lozano, profesor kesehatan global di IHME.

“Ini adalah salah satu tanda awal dari ancaman yang disebut penyakit non-menular atau penyakit kronis di negara berkembang. Semua orang membicarakan tentang ancaman itu. Sekarang kecenderungan tersebut semakin jelas,” lanjut Prof Lazano.

Peneliti memperkirakan bahwa sekitar 343.000 ibu hamil meninggal saat melahirkan setiap tahun, kebanyakan terjadi di negara berkembang. Sebagai perbandingan, kanker payudara membunuh 425.000 orang perempuan setiap tahun, sedangkan kanker leher rahim membunuh sekitar 200.000 orang.

Peningkatan kanker payudara dapat dijelaskan sebagai akibat penuaan populasi, sebab wanita yang tua lebih rentan terserang. Makin mengglobalnya kebiasaan buruk seperti banyak makan makanan berlemak dan kurang berolahraga juga mendorong peningkatan kasus, khususnya di Asia dan Amerika Latin.

“Orang mungkin bertanya-tanya, apa urgensinya menangani kanker ini, tetapi angka-angka menunjukkan jumlah yang mengejutkan. Ini seperti enam jet jumbo yang menerjang setiap hari,” kata Jan Coebergh, ahli kanker di Erasmus University Medical Centre di Rotterdam, Belanda.

“Kami telah semakin baik dalam membantu para pasien kanker payudara untuk bertahan hidup di Barat Sekarang kami perlu membuat prioritas untuk perempuan di mana-mana,” kata Christopher Murray, salah satu peneliti.

“Jika perempuan lebih banyak berisiko terserang kanker payudara dan kanker leher rahim selama usia masa suburnya, hal itu akan menambah tekanan pada keluarga dan masyarakat yang sudah menderita akibat tingginya tingkat penyakit menular dan kematian anak,” kata Mohammad Forouzanfar dari IHME, pemimpin penelitian.

Mari cegah kanker payudara dengan memperluas wawasan dan memperlakukan payudara secara sehat dan aman.

 

Posted on 16/10/2011, in Kesehatan Payudara. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: