Kedelai Cegah Kanker Payudara

 Rekan pembaca,

Saat ini tingkat prevalensi kanker payudara pada wanita semakin meningkat. Jika teori terdahulu mengatakan bahwa kanker merupakan penyakit yang lebih bersumber pada faktor hereditas atau keturunan, sekarang dinyatakan bahwa kanker lebih banyak dipicu faktor gaya hidup moderen yang tidak sehat dan banyak stress.

Hhhhmm…memang banyak email yang saya terima,  rekan-rekan yang masih belia sudah menjalani lumpektomi atau pengangkatan tumor payudara. Dan mereka banyak yang mengatakan bahwa tidak ada keturunan dari mama atau omanya. Murni karena gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Dan beberapa rekan yang telah menjalani mastektomi atau pengangkatan payudara bertanya kepada saya, makanan apa yang sebaiknya mereka konsumsi agar kondisi mereka tetap fit dan tidak memicu kambuhnya sel kanker tersebut.

Nah, salah satu sumber makanan yang baik untuk menangkal kanker salah satunya adalah kedelai.  Pola makan yang tinggi kandungan kedelai, yakni isoflavon, diduga mengurangi risiko kekambuhan kanker payudara terutama pada para penyintas (survivor) kanker payudara.

Para ahli menemukan para survivor kanker payudara yang sudah memasuki menopause dan rutin mengonsumsi isoflavon dari kedelai, sekitar 42,3 miligram per hari, memiliki risiko kekambuhan kanker lebih rendah dibanding mereka yang mengonsumsi kedelai dalam porsi lebih kecil, yakni 15,2 mg per hari.

Kaitan antara komponen kedelai dan kanker payudara memang belum jelas, namun para peneliti meyakini isoflavon memengaruhi kadar estrogen dalam tubuh. Namun penelitian lain menunjukkan efek yang bertolak belakang, isoflavon justru meningkatkan risiko kanker payudara.

Menurut data National Cancer Institute, Amerika, lebih dari 12 persen wanita yang lahir saat ini akan didiagnosa kanker payudara dalam hidupnya. Para ahli menduga hal itu salah satunya dipengaruhi oleh pola makan.

Orang Amerika jarang mengonsumsi kedelai. Baru 37 persen saja yang mengonsumsi makanan atau minuman kedelai beberapa kali dalam sebulan. Sementara itu di Asia, protein yang berasal dari kedelai menjadi menu makanan sehari-hari.

Selama beberapa tahun para ahli terus mengeksplorasi manfaat kedelai bagi kesehatan, khususnya penyakit kanker. Penelitian sebelumnya menunjukan isoflavon dari kedelai, yakni genistein, mampu menghambat efek tamoxifen (obat terapi sulih hormon pada wanita menopause) dan meningkatkan pertumbuhan resepstor positif estrogen.

Ayuuuk…banyak makan tempe tahu juga mimik cucu kedelai :)

Inung Purwati Saptasari ST MSi

Posted on 02/08/2011, in Kesehatan Payudara and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: