PENYAKIT PAYUDARA NON-KANKER 1

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mendeteksi benjolan sebagai tanda adanya kanker payudara. Baik yang bersifat mandiri dengan melakukan SADARI maupun yang bersifat medis, seperti mamografi, USG, ductografi, termografi dan biopsy. Disamping penyakit payudara yang sifatnya cancerous, ada beberapa penyakit payudara yang sifatnya non-cancerous atau non-kanker. Apa sajakah itu? Berikut ini beberapa penyakit payudara non-kanker yang saya maksudkan:

1. Fibrokista

Adalah suatu keadaan yang terdiri dari nyeri, kista dan benjolan jinak di payudara. Keadaan ini sangat sering ditemukan pada payudara yang normal dan merupakan variasi normal. Perubahan fibrokista merupakan penyebab tersering dari benjolan payudara pada wanita yang berusia 30-50 tahun. Hal ini bukan merupakan keganasan. Minimal 60% wanita selama masa reproduktifnya memiliki benjolan payudara tsb.

Gejalanya bisa berupa:

¤benjolan padat dengan bentuk yang tidak teratur

¤nyeri payudara yang menetap atau hilang-timbul

¤payudara terasa penuh ¤nyeri tumpul dan berat

¤pembengkakan dan nyeri bila payudara ditekan sebelum menstruasi, nyeri berkurang setelah usai menstruasi. Pada pemeriksaan akan teraba massa yang bisa digerakkan, biasanya berbentuk bundar dengan permukaan yang licin. Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah mammografi dan USG payudara. Untuk mengurangi nyeri sebaiknya tidak mengkonsumsi kopi, teh, coklat dan minuman ringan. Bisa juga dengan kompres hangat dan pemakaian BH yang tepat. Kadang diberikan vitamin E, pada kasus yang berat kadang diberikan danazol.

2. Kista Payudara

Yaitu kantung berisi cairan yang ditemukan di dalam payudara. Kista paling banyak ditemukan pada wanita menjelang masa menopause, tetapi dapat terjadi juga pada wanita pasca menopause. Gejalanya kadang menyebabkan nyeri payudara. Kista teraba licin, bisa digerakkan, dan berbatas tegas dan kadang nyeri bila ditekan. Pemeriksaan bisa dengan mammografi dan USG payudara. Untuk mengurangi rasa nyeri cairan dari dalam kista bisa diambil menggunakan jarum, jika parah maka harus dibuang melalui pembedahan.

Posted on 25/07/2011, in Kesehatan Payudara and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: