PENYAKIT PAYUDARA NON KANKER 3

5. Mastitis (Infeksi dan Abses Payudara)
Adalah suatu infeksi pada jaringan payudara. Pada infeksi yang berat atau tidak diobati, bisa terbentuk abses payudara (penimbunan nanah di dalam payudara). Infeksi biasanya disebabkan oleh bakteri yang banyak ditemukan pada kulit yang normal, yaitu Staphylococcus aureus. Seringkali berasal dari mulut bayi dan masuk ke dalam saluran air susu melalui sobekan atau retakan di kulit (biasanya pada puting). Mastitis biasa terjadi pada wanita menyusui, kebanyakan dalam waktu 1-3 bulan setelah melahirkan. Sekitar 1-3% wanita menyusui mengalami mastitis pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan.
Gejala:
¤nyeri payudara
¤benjolan payudara
¤pembengkakan salah satu payudara
¤jaringan payudara membengkak, nyeri bila ditekan, kemerahan dan teraba hangat
¤keluar cairan dari puting susu, bisa mengandung nanah
¤gatal-gatal
¤pembesaran kelenjar getah bening ketiak pada sisi payudara yang terkena
¤demam

Lakukan pengompresan hangat selama 15-20 menit, 4 kali/hari. Berikan antibiotik, dan untuk mencegah pembengkakan sebaiknya dilakukan pemijatan dan pemompaan air susu pada payudara yang terkena. Jika terjadi abses, biasanya dilakukan penyayatan dan pembuangan nanah, serta dianjurkan untuk berhenti menyusui. Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri yang aman untuk ibu menyusui dan bayinya, misalnya:acetaminophen atau ibuprofen.

Untuk pencegahan terjadinya mastitis bisa dilakukan tindakan berikut:
¤menyusui bergantian kiri dan kanan
¤memompa payudara untuk mencegah pembengkakan dan penyumbatan saluran
¤gunakan teknik menyusui yang baik dan benar untuk mencegah robekan/luka pada puting susu
¤minum banyak cairan
¤jaga kebersihan puting
¤cuci tangan sebelum dan sesudah menyusui

Mastitis wajib dikenali sebagai upaya pencegahan, karena jika sudah akut bisa berakibat pengangkatan payudara.

6. Nipple discharge
Yakni cairan yang keluar dari puting susu. Sekitar 20% wanita mengeluarkan cairan yang menyerupai susu atau cairan jernih secara spontan. Ketika melakukan SADARI, pada 50-60% wanita kulit putih dan kulit hitam akan mengeluarkan cairan dari payudara, serta 40% pada wanita Asia-Amerika.

Cairan dari puting susu perlu mendapatkan perhatian khusus jika:
¤berwarna kemerahan atau encer disertai warna merah, pink atau coklat
¤lengket dan warnanya bening atau coklat sampai hitam (mengkilat)
¤keluar secara spontan tanpa harus memijat puting susu
¤sifatnya menetap
¤hanya keluar dari salah satu puting susu
¤cairan selain air susu

Pemeriksaan diagnostik untuk nipple discharge meliputi:
¤biopsi (jika ada benjolan)
¤sitologi cairan
¤CT scan kepala (untuk mencari tumor hipofisa)
¤mammografi
¤kadar prolaktin serum
¤transillumination
¤USG payudara
¤galaktogram atau duktogram (untuk membantu menemukan papiloma intraduktal)

Pengobatan standar untuk nipple discharge yang tidak dipengaruhi oleh hormon adalah dengan pemotongan saluran. Pemotongan saluran biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal dan prosedurnya dilakukan melalui sayatan kecil di daerah areola.

Posted on 26/07/2011, in Kesehatan Payudara and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: