PENANGANAN KANKER PAYUDARA

Secara prinsip penanganan kanker payudara adalah menghilangkan dan membunuh sel kanker agar tidak terjadi peluang kekambuhan kanker ini. Tindakan medis yang dilakukan adalah melakukan operasi, terapi radiasi, kemoterapi, sulih hormone, juga dengan memperbaiki pola hidup.

A. Lumpectomy

Merupakan tindak operasi penyelamatan payudara dengan mengambil/mengangkat tumor (benjolan) bersama jaringan normal payudara di sekitarnya. Prosedur penyelamatan payudara dapat dilakukan dengan anestesi (bius) lokal ataupun total. Setelah menjalani operasi payudara, seorang wanita harus menjaga kondisi tubuhnya. Tidak boleh mengangkat barang dengan tangan pada sisi yang sama dengan payudara yang dioperasi setidaknya satu tahun. Kondisi tubuh harus tetap bersih, tidak boleh lembab dan harus terhindar dari luka. Hal ini menjadi lebih kritis bila terjadi komplikasi lymphedema atau penumpukan cairan limfe karena simpul dan pembuluh limfe yang tersumbat/rusak akibat operasi. Cairan limfe atau getah bening merupakan cairan yang sangat kaya dengan protein, sehingga jika terjadi luka akan sangat cepat mengalami proses pembusukan. Lymphedema tidak jarang menimbulkan kematian.

B. Mastectomy

Adalah pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat payudara. Di masa lalu mastektomi radikal dengan pengangkatan seluruh payudara merupakan penanganan standar kanker payudara. Namun kemajuan medis selama 20 tahun terakhir ini telah memberi lebih banyak pilihan bagi wanita penderita kanker payudara. Salah satu pilihan tersebut bernama breast-conserving therapy (BCT) atau terapi penyelamatan payudara. Pilihan ini akan membawa wanita untuk dapat memilih prosedur yang lebih mengarah pada pencapaian efektivitas penanganan.

Beberapa tipe mastektomi yang ada pada saat ini:

1. Mastektomi preventif

2. Mastektomi sederhana

3. Mastektomi radikal

4. Mastektomi radikal termodifikasi

5. Mastektomi parsial

6. Quandrantectomy

7. Excisional biopsy

C. Terapi Radiasi

Disebut juga radiotherapy, adalah cara pengobatan yang sangat efektif dan sangat menuju sasaran untuk menghancurkan sel kanker yang mungkin masih tertinggal setelah operasi. Radiasi ini dapat mengurangi resiko kekambuhan. Terapi radiasi dianggap sebagai pengobatan lokal karena hanya sel di dalam dan di sekitar kanker yang dituju. Ini tidak begitu bermanfaat melawan kanker yang sudah menyebar. Karena terapi radiasi umumnya tidak dibuat untuk menjangkau seluruh bagian tubuh.

D. Kemoterapi

Kemoterapi sudah menyatu dalam paket pengobatan kanker payudara. Tugasnya adalah membunuh sel-sel yang tumbuh termasuk sel kanker. Hal ini menimbulkan gejala samping seperti botak, karena sel rambut yang tumbuh juga mati. Alhamdulillah sel-sel normal mempunyai daya untuk memulihkan diri, sehingga beberapa waktu sesudah kemoterapi selesai, rambut akan tumbuh kembali.

Selain kebotakan, efek samping kemoterapi antara lain adalah: depresi sumsum tulang, gangguan pencernaan, gangguan ginjal, gangguan hati, kehitaman pada kuku, jamur pada mulut, nyeri otot dan lainnya.

Posted on 25/07/2011, in Kesehatan Payudara and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: